Rabu, 12 Oktober 2016

share pengalaman kompre paket 3

Saya mau sedikit sharing tentang pengalaman saya sidang kompre untuk menyeleaikan jenjang S1 di Gunadarma, saya kuliah di fakultas Ilmu Komputer jurusan Sistem Informasi. Sedikit cerita sebenarnya jurusan ini bukan yang saya minati, karena ada satu hal yan mengakibatkan saya telanjur masuk jurusan ini saya jadi pasrah aja. Basic saya sebenarnya di desain dan seni dan sejenisnya yang ada hubungannya dengan creative *FYI aja sih.
Oke lanjut, setelah perjuangan selama 4 tahun dengan tugas yang bikin frustasi, dosen yang aneh2, teman sekelas yang itu2 aja, dan jadwal kuliah yang beda dari kampus2 lain yang mengakibatkan ketika kepingin liburan bareng temen2 yang beda kampus selalu bentrok sama jadwal kuliah yang tidak memungkinkan. Di kampus saya bisa dibilang mahasiswa yang biasa2 aja, dibilang males enggak di bilang rajin ya gak rajin2 banget standar lah, tapi saya bukan tipe deadline lovers. Tiap UTS, UAS, dan Ujian Utama gak pernah belajar yang mengakibatkan IPK saya belum mencapai 3 pada semester 6-7 yang mengakibatkan saya enggak dapet SK untuk skripsi, jadi harus ikut kompre untuk gelar S1 saya. Di satu sisi lega juga gak bersusah payah untuk ngerjain skripsi, soalnya udah muak banget sebelumnya buat PI di semester 6. Kalo di pikir2 skripsi stressnya itu dari awal sampai akhir sedangkan kompre stressnya di akhir2 soalnya kita harus pelajari 3 matkul untuk di sidangkan. Jadi kompre itu ada 3 paket dan kita pilih salah satu paket yang kira2 kita bisa kuasai. Kebetulan saya ambil kompre paket 3 yang berisi Interaksi Manusia dan Komputer, Analisis dan Perancangan Sistem, dan Sistem Basis Data 2. Dari ketiga matkul ini yang menurut saya cukup sulit di SBD2. Setelah saya daftar sidang saya dapat jadwal sidang sekitar 2 minggu setalah daftar. Saya sadar daya ingat saya biasa2 saja karena itu saya sudah belajar dari jauh2 hari walaupun sedikit2 yang penting sering baca.
Kira2 3 hari menjelang sidang saya belajar sangat keras melebihi teman2 saya saat itu, dan 1 hari menjelang sidang tidur gak nyenyak deg2an luar biasa, seumur2 belum pernah saya merasakan deg2an sehebat ini. Hari sidang menjelang saya berangkat sekitar jam setengah 7 dari rumah dengan teman saya, kebetulan rumah saya tidak jauh dari kampus kenari. Sesampai disna saya langsung masuk keruangan untuk briefing, hati2 jangan sampe salah ruangan soalnya dipisahkan ruangan briefing untuk sidang kompre dan sidang skripsi. Saya sarankan dengarkan baik2 apa yang di sampaikan ketika briefing. Setelah briefing kita di kasih kartu sidang yang disitu di beritahu siapa saja penguji yang akan kita hadapi. Ketika para penguji sudah ada di tempat dan siap menguji, pemandu briefing akan memberi tahu siapa saja penguji yang sudah siap. Disini kita harus cermat mendengarkan nama penguji yang disebutkan dan siap untuk menguji kita. Untuk yang duduk di depan berkemungkinan besar bisa sidang duluan soalnya waktu di panggil hanya 5 mahasiswa2 yang boleh langsung ke ruang sidang kemudian nanti bergiliran 5 mahasiswa berikutnya sampai habis. Itu dilakukan untuk menghindari kepadatan di ruang tunggu sidang.
Setelah itu giliran saya ke ruang tunggu untuk sidang, saat itu dosen penguji yang akan saya hadapi yaitu pak Prihandoko (IMK), pak Sunny (SBD2), dan pak Akbar (ANSI).
Pertama saya di uji dengan pak Prihandoko (IMK), dari krtiga matkul yang diujikan matkul inilah yang paling saya kuasai. Menurut saya tentang pak Prihandoko beliau ini cool dan agak cuek tapi santai. Berikut pertanyaan yang saya alami.
Saya : Selamat pagi pak ....
PP : ..... (diem aja main latop)
Lalu dia tanya nama saya, kenapa namanya itu, siapa yang ngasih nama, bapak saya suka singkong apa enggak, dan asalnya dari mana. Beliau ini orangnya bisa bercanda juga ternyata.
PP : apa saja yang kamu pelajari dari matkul ini (ini pertanyaan yang saya harapkan, mudah tapi menjebak, tips dari saya sebutkan saja materi2 yang paling dipahami)
Terus saya sebutkan apa saja yang paling saya kuasai tentang pengertian, sejarah singkat, tujuan, ilmu apa saja yang terlibat serta penjelasannya, paradigma disebutkan dan dijelaskan.
PP : contoh pengaplikasian IMK apa?
Saya : Handphone pak
PP : coba jelaskan dimana IMK nya dan unsur paradigma apa aja yang ada di handphone itu?
Saya : *jawab dengan lancar
PP : contoh studi kasus IMK di pabrik apa sih? Coba kaitkan ada apa saja unsur paradigmanya
Saya : *disini agak mikir2 dan terjawab meski ada jawaban yang menurut saya salah tapi keceplosan
Setelah itu dia mempersilahkan gw keluar untuk nunggu panggilan selanjutnya.
Panggilan kedua saya berhadapan dengan pak sunny (SBD2), ciri2nya setengah baya dan rumornya sering ngasih pertanyaan2 yang cukup bikin muter otak. Kebetulan saya lemah di matkul SBD2 ini, saya bener2 pasrah.
Saya : pagi pak..
PS : pagi, sini duduk, ini kan ada data *nunjuk kartu sidang saya* coba kamu gambarkan databasenya terserah dengan apa aja sesuai yang kamu bisa.
Ini adalah pertanyaan yang paling saya takuti soalnya yang saya pelajari Cuma tentang teori2 aja, saya gambarkan seadanya dan dia nyinyir..
PS : S1 apa kalo gambar database sederhana aja masih berantakan *sambil ketawa remeh dan mencoba ngajak pak akbar sebelahnya mentertawakan saya*. Saya tidak punya waktu seharian nungguin kamu, itu mana foreign keynya? Kamu tau normalisasi? Kalo kayak gini gimana buat normalisasinya? *terus dia nanya apa lagi saya lupa karena ngeblank banget* yaudah cukup kamu boleh keluar.
Disini saya hopeless banget, pasrah ajalah dan seapes2nya saya pikir lulus bersyarat.
Terakhir saya di uji oleh pak akbar (ANSI)
 PA : lo selama 4 tahun kuliah udah buat apa aja? *sambil makan*
Saya : aplikasi pak? yang di PI?
PA : selain itu apa aja? masa lo kulaih Cuma buat PI doang, lo kuliah ngapain aja? Nongkrong2 doang? Ngabisin uang orangtua? Mentang2 orangtua lo konglomerat jadi santai2 aja? Ps: *saya bukan anak konglomerat*
Saya : enggak pak saya gak gitu.
PA : sebenernya minat lo itu apa sih?
Saya : saya sebenernya pinginnya desain pak blablablabla.... *saya fikir ini kenapa jadi kayak konseling ya...*
Dan pertanyaan2 selanjutnya tidak satupun mengarah ke mata kuliah ANSI, saya jadi bingung penilaian dia dari mana kalo pertanyaannya seperti itu. Setelah itu dia dapat telepon dan percakapan saya dengan beliau terhenti agak lama setelah dia selesai telepon saya di persilahkan keluar.
Campur aduk pikiran saya, dari 3 matkul yg diuji hanya IMK yang saya yakin dan sisanya buat saya pusing, di SBD2 saya zonk sedangkan di ANSI saya kebingungan darimana penilaiannya karena pertanyaan2 dari pak Akbar tidak ada satupun menyangkut matkul yang diujikan. Setelah keluar dari ruang sidang saya menunggu teman saya dan kemudian makan siang.
Jam 1 siang peserta sidang diwajibkan berkumpul di lobby kampus untuk pengumuman, ada 2 kloter pada saat itu ada 2 teman saya yang sudah terlebih dulu di panggil di kloter 1, rumornya kloter 1 itu isinya lulus semua. Setelah kloter 1 selesai dan benar saja semuanya yang ada pada kloter 1 lulus semua. Sekarang giliran kloter 2, di kloter 2 saya dengan jovi teman saya, setelah di panggil kita ke lantai 2 untuk di bagi lagi menjadi 4 kelompok. Biasanya kelompok 2 dan kelompok 3 itu adalah kelompok horror, saat itu saya dan jovi masuk di kelompok 1, di kelompok 2 dan 3 jumlah pesertanya sedikit sekali dibanding kelompok 1 dan 4. Setelah ada wejangan sedikit dari panitia kemudian diumumkanlah kelompok 1 lulus, kelompok 2 lulus bersyarat, kelompok 3 tidak lulus dan kelompok 4 lulus. Alhamduliilah lega banget rasanya setelah itu saya disambut dengan teman2 saya di halaman kampus untuk merayakan kelulusan saya.
Cukup sekian cerita pengalaman saya, tips dari saya untuk yang sidang kompre juga jangan belajar ketika mepet hari H, usahakan belajar dari jauh2 hari agar otak tidak lelah menyerap ilmu yang banyak dalam waktu singkat. Otak manusia juga butuh istirahat untuk mengoptimalkan informasi yang diserap, belajar yang enak menurut saya pagi sehabis mandi kemudian sarapan jangan banyak2 karena bikin kita ngantuk. Dan sebelum tidur untuk mereview apa saja yang sudah di pelajari tadi pagi. Banyak minum air putih dan makan makanan yang mendukung kinerja otak.

Kalo ada yang senasib sama saya milih kompre paket 3, dan butuh materinya bisa email saya di dhanieardyn@gmail.com good luck !!

Kamis, 14 Januari 2016

IMPLEMENTASI APLIKASI WEBSITE E-COMMERCE BATIK SUNDA DENGAN MENGGUNAKAN PROTOKOL SECURE SOCKET LAYER (SSL)



Tujuan
Mengimplementasikan Secure Socket Layer (SSL) pada aplikasi website ecommerce batik sunda agar data user dan data transaksi terjaga kerahasiaannya.
Rumusan Masalah
Bagaimana mengimplemantasikan Secure Socket Layer (SSL) pada aplikasi e-commerce batik sunda dan bagaimana melakukan pengamanan data pelanggan, data transaksi dan e-commerce batik sunda.
Batasan Masalah
Batasan permasalahan yang dirumuskan, antara lain :
a. Pengamanan aplikasi ini menggunakan enkripsi SSL 1024 bits.
b. Pengamanan informasi aplikasi ecommerce batik sunda : data login, data user, data produk, data transaksi.
c. Pengujian aplikasi dilakukan pada server lokal.
Perancangan Sistem
Pada perancangan sistem mengidentifikasi berbagai kebutuhan apa saja yang diperlukan aplikasi e-commerce. Berikut hal yang di butuhkan untuk membangun sebuah aplikasi e-commerce :
-          Manajemen user
-          Manajemen produk
-          Manajemen orders
-          Manajemen pembayaran
-          Manajemen pengiriman
-          Manajmene kategori
-          Manajemen website
Pada pembuatan aplikasi ini memfokuskan pada keamanan komunikasi antara user dan server dalam transaksi.
Implementasi Sistem
Pada Gambar dibawah merupakan gambaran tampilan awal pada saat user memasuki aplikasi e-commerce. Pada halaman tersebut terdapat beberapa fitur seperti search, login, menu, kategori, produk terbaru. Sehingga mudah dipahami oleh pengguna.


Kemudian pada halaman admin di bawah ini merupakan tampilan pemesanan yang di lakukukan oleh user untuk melakukan transaksi pada aplikasi ecommerce. Terdapat beberapa pilihan : manajemen modul, manajemen user, manajemen kustomer, produk, order, kategori, manajemen page. Semua fitur tersebut dapat mempermudah kerja admin dalam mengelola data yang ada di website dan penggunaanya yang user friendly dapat mengurangi kesalahan data yang dimasukkan oleh admin.

 
Pada implementasi SSL hasil sertifikat SSL yang telah berhasil dibuat untuk diimplementasikan ke aplikasi ecommerceuntuk mengamankan data yang ada dalam aplikasi tersebut.




Cara kerja SSL

Diagram Arsitektur Sistem

Pada Gambar diatas merupakan gambaran secara umum data yang diamankan oleh sertifikat SSL, pada saat penginputan data yang dilakukan oleh user dan admin terlebih dahulu harus melewati sertifikat SSL, sehingga setiap aliran database tidak dapat di sniffing oleh pihak lain maupun user dan admin karena telah di enkripsi terlebih dahulu. Data yang diamankan pada user adalah register, login, pemesanan dan pembayaran. Setiap data akan diproses pada aplikasi e-commerce melalui login yang sah dilakukan oleh admin maupun kustomer. Data user akan memproses data kustomer yang akan melakukan pememesanan dan pembelian. Data produk akan memproses informasi produk yang tersedia pada aplikasi ecommerce. Data pemesanan akan memproses pemesanan yang dilakukan oleh kustomer. Data pembayaran akan memproses konfirmasi pembayaran yang telah dilakukan kustomer pada saat melakukan pemesanan. Data pengiriman akan memproses alamat pengiriman kustomer setelah kustomer melakukan konfirmasi pembayaran. Dengan menggunakan sertifikat SSL diharapkan data yang diproses oleh databasetidak dapat di manipulasi maupun diganggu gugat oleh pihak lain yang tidak bertanggungjawab karena data tersebut telah di enkripsi.

Pengamanan Data SSL pada Aplikasi E-Commerce

Pada Gambar diatas merupakan gambaran secara umum data yang diamankan oleh sertifikat SSL, pada saat penginputan data yang dilakukan oleh user dan admin terlebih dahulu harus melewati sertifikat SSL, sehingga setiap aliran database tidak dapat di sniffing oleh pihak lain maupun user dan admin. Data yang diamankan adalah data user, data produk, data pemesanan, data pembayaran dan data pengiriman. Setiap data akan diproses pada aplikasi ecommerce melalui login yang sah dilakukan oleh admin maupun kustomer. Data user akan memproses data kustomer yang akan melakukan pememesanan dan pembelian. Data produk akan memproses informasi produk yang tersedia pada aplikasi ecommerce. Data pemesanan akan memproses pemesanan yang dilakukan oleh kustomer. Data pembayaran akan memproses konfirmasi pembayaran yang telah dilakukan kustomer pada saat melakukan pemesanan. Data pengiriman akan memproses alamat pengiriman kustomer setelah kustomer melakukan konfirmasi pembayaran.

Diagram Konteks


Pada aplikasi ini Pelanggan akan memasukkan data diri sebagai pelanggan tetap pada sistem kemudian sistem akan memberikan informasi seputar produk yang dipesan oleh pelanggan. Setiap proses dapat di turunkan sebagai berikut, Pertama admin dapat melakukan input data produk yaitu insert, update, dan delete dan diproses oleh sistem pengolahan data produk dan tagihan yang nantinya akan tersimpan kedalam database. Dan untuk Pelanggan dapat melakukan input data sebagian yang diperlukan di form untuk melihat laporan tagihan produk.

Sumber: https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=5&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwjIgLKh_KbKAhUMSY4KHfxlBlIQFghEMAQ&url=http%3A%2F%2Flib.itenas.ac.id%2Fkti%2Fwp-content%2Fuploads%2F2013%2F10%2FNo.1-Vol.-3-Januari-%25E2%2580%2593-April-2012-6.pdf&usg=AFQjCNFlHNkCcxmPo1YCn-Z5oKKY4Qwk_A&sig2=StWXYj9A_QAcNxvBQtehBw&bvm=bv.111396085,d.c2E

Rabu, 13 Januari 2016

Pemanfaatan Telematika


Di zaman yang sangat maju akan pemanfaatan teknologi ini berbagai bidang seperti pendidikan, bisnis, maupun pemerintahan sudah memanfaatkan ilmu telematika di dalamnya. Ilmu telematika sangat berguna dan memiliki banyak manfaat di zaman yang modern ini. Salah satu pemanfaatan ilmu telematika di bidang pendidikan adalah adanya e-learning. E-learning merupakan cara baru media pembelajaran secara komputerisasi khususnya internet dalam pembelajarannya. Contoh dari berkembangnya dunia pendidikan dari cara belajar dan mengajar secara tatap muka ke cara yang lebih terbuka melalui internet. Kegiatan seperti memberikan materi belajar, melakukan ujian, mengirim tugas, mengecek nilai dapat dilakukan secara elektronik. Perkembangan e-learning didukung dengan banyaknya web pendidikan yang dibangun sehingga memudahkan pengaksesan pendidikan oleh siapapun yang ingin belajar.E-learning ini tidak selalu menggunakan internet tapi juga ada pembelajaran multimedia secara offline. Sudah banyak software e-learning saat ini yang dapat diakses secara offline, biasanya menggunakan kaset dvd/vcd yang berisi materi-materi beserta soal latihan. Contoh e-learning yang pernah saya coba adalah vclass. Hal tersebut cukup efektif dalam memanfaatkan teknologi untuk belajar. Pada vclass kita akan diberi materi untuk dipelajari setelah itu ada latihan seputar materi yang diberikan sebelumnya yang harus kita jawab. 



Tidak hanya e-learning contoh lain pemanfaatan telematika di bidang pendidikan adalah e-book. E-book merupakan buku elektronik yang dapat di akses secara elektronik contohnya dari komputer. Dengan adanya e-book kita dapat belajar melalui komputer, selain itu dengan adanya e-book kita juga dapat menyimpan sebanyak-banyaknya tanpa harus membeli buku.
Selain e-book terdapat juga e-library yaitu perpustakaan elektronik. E-library ini berisi kumpulan e-book yang dapat di akses secara elektronik. Banyak keuntungan dari adanya pemanfaatan telematika di bidang pendidikan ini, tidak hanya untuk mempermudah proses dalam belajar mengajar, dari segi ekonomi pun sangat menghemat, contohnya kita tidak harus lagi membeli buku dan menghemat ongkos jika belajar mengajar di haruskan menempuh jarak yang cukup jauh untuk dapat bertatap muka dengan guru atau dosen. Selain itu tidak ada batasan untuk siapapun mengakses pelajaran secara elektronik.

Rabu, 21 Oktober 2015

TELEMATIKA



 Pertama kali istilah Telematika digunakan di Indonesia adalah pada perubahan pada nama salah satu laboratorium telekomunikasi di ITB pada tahun 1978. Kata telematika berasal dari istilah dalam bahasa Perancis yaitu “TELEMATIQUE” yang berarti bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Jadi pengertian Telematika sendiri lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunakan komputer dalam sistem telekomunikasi. Yang termasuk dalam telematika ini adalah layanan dial up ke Internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah satu contoh telematika.

 Di dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Telematika. Istilah telematika merujuk pada hakekat cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekomunikasi, media dan informatika.

Cikal bakal Laboratorium Telematika berawal pada tahun 1960-an. Sempat berganti-ganti nama mulai dari Laboratorium Switching lalu Laboratorium Telekomunikasi Listrik. Seiring perjalanan waktu dan tajamnya visi para pendiri, pada tahun 1978 dilakukan lagi perubahan nama menjadi Laboratorium Telematika. Ketika itu, nama Telematika tidak sepopuler seperti sekarang. Pada tahun 1978 itulah, di Indonesia, istilah Telematika pertama kali dipakai.

Istilah Telematics juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu atau populer dengan istilah “konvergensi”. Semula Media masih belum menjadi bagian integral dari isu konvergensi teknologi informasi dan komunikasi pada saat itu.

Belakangan baru disadari bahwa penggunaan sistem komputer dan sistem komunikasi ternyata juga menghadirkan Media Komunikasi baru. Lebih jauh lagi istilah TELEMATIKA kemudian merujuk pada perkembangan konvergensi antara teknologi TELEKOMUNIKASI, MEDIA dan INFORMATIKA yang semula masing-masing berkembang secara terpisah. Konvergensi TELEMATIKA kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan teknologi digital atau {the Net}. Dalam perkembangannya istilah Media dalam TELEMATIKA berkembang menjadi wacana MULTIMEDIA. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah Multimedia semula hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer untuk mengolah informasi dalam berbagai medium. Adalah suatu ambiguitas jika istilah TELEMATIKA dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika. Secara garis besar istilah Teknologi Informasi (TI), TELEMATIKA, MULTIMEDIA, maupun Information as well as Communication Technologies (ICT) mungkin tidak jauh berbeda maknanya, namun sebagai definisi sangat tergantung kepada lingkup dan sudut pandang pengkajiannya.

Telematika adalah singkatan dari Telekomunikasi dan Informatika. Istilah telematika sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah:
-          Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.
-          Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).
-          Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics).

Bidang ilmu yang mendasar dari telematika

Telekomunikasi adalah teknik pengiriman atau penyampaian infomasi, dari suatu tempat ke tempat lain. Dalam kaitannya dengan ‘telekomunikasi’ bentuk komunikasi jarak jauh dapat dibedakan atas tiga macam:

Informatika (Inggris: Informatics) merupakan disiplin ilmu yang mempelajari transformasi fakta berlambang yaitu data maupun informasi pada mesin berbasis komputasi serta mempelajari struktur, sifat, dan interaksi dari beberapa sistem yang dipakai untuk mengumpulkan data, memproses dan menyimpan hasil pemrosesan data, serta menampilkannya dalam bentuk informasi.

Multimedia dan Informatika. Secara garis besar istilah Teknologi Informasi (TI), telematika, multimedia, maupun Information and Communication Technologies (ICT) mungkin tidak jauh berbeda maknanya, namun sebagai definisi sangat tergantung kepada lingkup dan sudut pandang pengkajiannya.

Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.

Bidang yang memanfaatkan telematika

          Ada berbagai macam bentuk dari telematika yang telah berkembang di banyak bidang. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya “tumpang tindih” karena berbagai kegiatan kerja dapat menggunakan telematika untuk menunjang kinerja dari usaha yang dilakukan. Berbagai macam bentuk tersebut adalah :
-          E-government
E-government digunakan untuk administrasi pemerintahan secara elektronik. Contoh riil dari program e-government ini adalah adanya badan yang secara khusus mengurus hal – hal berkaitan dengan telematika yaitu Tim Koordinasi Telematika Indonesi (TKTI). Tim ini bertugas untuk mengkoordinasikan perencanaan dan mempelopori kegiatan dalam rangka meningkatkan perkembangan dan pendayagunaan telematika di Indonesia. Salah satu target dari tim ini adalah pelaksanaan sistem pemerintahan secara online dalam bentuk situs di internet. Sehingga dengan adanya situs ini, pemerintah dapat menjalankan fungsinya via internet dan memberikan pelayanan yang transparan serta mudah diakses oleh masyarakat luas.

-          E-commerce
Prinsip dasar dari e-commerce adalah proses jual beli yang dilakukan secara elektronik melalui internet. Proses jual beli yang dimaksud meliputi pemasangan iklan, melakukan pemesanan barang, melakukan pembayaran, sampai mengirim dokumen klaim. Karena e-commerce dapat diakses secara luas di seluruh dunia, maka proses jual beli pun terasa mudah sebab sudah tidak bergantung pada ruang dan waktu. Siapapun dapat membeli barang yang dijual di negara manapun dan kapanpun.

-          E-learning
E-learning merupakan contoh dari berkembangnya dunia pendidikan dari cara konvensional (tatap muka di kelas) ke cara yang lebih terbuka melalui internet. Hal ini dapat terjadi karena adanya teknologi telematika yang dapat menghubungkan pengajar dengan muridnya. Kegiatan seperti memberikan materi belajar, melakukan ujian, mengirim tugas, mengecek nilai dapat dilakukan secara elektronik. Perkembangan e-learning didukung dengan banyaknya web bernuansa pendidikan yang dibangun sehingga memudahkan pengaksesan pendidikan oleh siapapun yang ingin belajar tanpa dibatasi oleh umur dan gender. Selain 3 bentuk telematika diatas, masih banyak lagi bentuk lainnya yang juga berkembang dengan pesat seperti e-research dan e-medicine. Bentuk telematika yang bukan web dapat dilihat dari penggunaan GPS, teleconference dan sistem 3G yang banyak dikembangkan pada telepon selular.
Keuntungan dalam menggunakan telematika

Manfaat telematika bagi masyarakat antara lain: dunia pendidikan, asosiasi, para pengamat, industri itu sendiri,
1. Manfaat internet dalam e-Business secara nyata dapat menekan biaya transaksi daam berbisnis dan memberikan kemudahan dalam diversifikasi kebutuhan.
2. Manfaat internet dalam e-Goverment bisa meningkatkan kinerja pemerintah dalam menyediakan informasi dan layanan untuk masyarakat.
3.  Dalam bidang kesehatan dan juga pendidikan secara nyata juga telah memberikan nilah tambah bagi masyarakat luas.
4. Telematika cukup memberi warna tersendiri dalam perekonomian nasional. Ditandai dengan mulai maraknya sekelompok anak muda membangun bisnis baru menggunakan teknologi Internet, maka Indonesia tak ketinggalan dalam booming perdagangan elektronis / electronic commerce (e-commerce).
5. Pembangunan sektor Telematika diyakini akan memengaruhi perkembangan sektor-sektor lainnya. Sebagaimana diyakini oleh organisasi telekomunikasi dunia, ITU, yang konsisten menyatakan bahwa dengan asumsi semua persyaratan terpenuhi, penambahan investasi di sektor telekomunikasi sebesar 1% akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 3%. Hipotesis ini telah terbukti kebenarannya di Jepang, Korea, Kanada, Australia, negara-negara Eropa, Skandinavia, dan lainnya.
6.    Sebagai core bisnis industry, perdagangan, efisensi dan peningkatan daya saing perusahaan.

Adapun kerugian dari memanfaatkan telematika yaitu :
1. Tindakan kejahatan yang dilakukan dengan menggunakan media internet. Contohnya, tindakan yang disebut carding, adalah cyber crime dengan cara mencuri data kartu kredit dari nasabah suatu bank, sehingga si pelaku carding (carder) dapat menggunakan data tersebut untuk keuntungan pribadi.
2. Penyebaran virus atau malicious ware fraud atau penipuan yang menggunakan electronic mail sebagai alat penyebaran informasi bagi si penipu.
3.  Kejahatan Telematika sebagai Kejahatan Transnasional, Contoh kejahatan transnasional ini adalah human trafficking, penyelundupan orang, narkotika, atau teroris internasional.
4. Kejahatan telematika merugikan individu,missal Lima orang hacker (penyusup) yang berada di Moskow telah mencuri sekitar 5400 data kartu kredit milik orang Rusia dan orang asing yang didapat dengan menyusup pada sistem komputer beberapa internet retailer.
5.    Kejahatan telematika merugikan perusahaan atau organisasi, Pada tahun 1995, Julio Cesar Ardita, seorang mahasiswa dari Argentina berhasil menyusup dan mengganti (cracking) data sistem yang ada di Fakultas Arts and Science Universitas Harvard.
6. Kejahatan telematika merugikan Negara, misalnya: Serangan yang paling merugikan adalah pengrusakan yang dilakukan olehhacker asing pada situs Kementrian keuangan Romania pada tahun 1999, sehingga merugikan pemerintah Romania milyaran dollar. Serangan ini dilakukan dengan mengganti besaran kurs mata uang Romania sehingga banyak pembayar pajak online yang terkecoh dengan data yang telah diganti tersebut.5 Hanya sayangnya, kejahatan ini tidak berlanjut ke pengadilan karena tidak adanya hukum yang mengatur kejahatan telematika yang bersifat transnasional.

Contoh pemanfaatan teknologi telematika

Contoh sederhana dari pemanfaatan teknologi telematika dapat di ambil dari bidang pendidikan yaitu e-learning singkatan dari elektronik learning merupakan cara baru media pembelajaran secara komputerisasi khususnya internet dalam pembelajarannya. e-learning ini tidak selalu menggunakan internet tapi juga ada pembelajaran meltimedia secara ofline. Banyak software e-learning saat ini.



Senin, 04 Mei 2015

Kuantitatif dan Kualitatif



Dalam metode penelitian kuantitatif, masalah yang diteliti lebih umum memiliki wilayah yang luas, tingkat variasi yang kompleks. Penelitian kuantitatif lebih sistematis, terencana, terstruktur, jelas dari awal hingga akhir penelitian. Akan tetapi masalah-masalah pada metode penelitian kualitatif berwilayah pada ruang yang sempit dengan tingkat variasi yang rendah, namun dari penelitian tersebut nantinya dapat berkembangkan secara luas sesuai dengan keadaan di lapangan. Pendekatan kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia. Pada pendekatan ini, prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang yang diamati dan perilaku yang diamati. Penelitian kualitatif dilakukan pada kondisi alamiah dan bersifat penemuan. Dalam penelitian kualitatif, peneliti sebagai instrumen pokok. Oleh karena hal itu, peneliti harus memiliki bekal teori dan wawasan yang luas agar dapat melakukan wawancara secara langsung terhadap responden, menganalisis, dan mengkontruksikan obyek yang diteliti agar lebih jelas. Penelitian ini lebih menekankan pada makna dan terikat nilai.
PENGERTIAN
Metode penelitian kuantitatif  merupakan salah satu jenis penelitian yang spesifikasinya adalah sistematis, terencana, dan terstruktur dengan jelas sejak awal hingga pembuatan desain penelitiannya. Definisi lain menyebutkan penelitian kuantitatif adalah penelitian yang banyak menuntut penggunaan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Demikian pula pada tahap kesimpulan penelitian akan lebih baik bila disertai dengan gambar, table, grafik, atau tampilan lainnya.
Menurut Sugiyono, metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2012: 7). Metode kuantitatif sering juga disebut metode tradisional, positivistik, ilmiah/scientific dan metode discovery. Metode kuantitatif dinamakan metode tradisional, karena metode ini sudah cukup lama digunakan sehingga sudah mentradisi sebagai metode untuk penelitian. Metode ini disebut sebagai metode positivistik karena berlandaskan pada filsafat positivisme. Metode ini disebut sebagai metode ilmiah (scientific) karena metode ini telah memenuhi kaidah-kaidah ilmiah yaitu konkrit, empiris, obyektif, terukur, rasional dan sistematis. Metode ini juga disebut metode discovery karena dengan metode ini dapat ditemukan dan dikembangkan berbagai iptek baru. Metode ini disebut metode kuantitatif karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik.
Penelitian kuantitatif merupakan studi yang diposisikan sebagai bebas nilai (value free).Dengan kata lain, penelitian kuantitatif sangat ketat menerapkan prinsip-prinsip objektivitas. Objektivitas itu diperoleh antara lain melalui penggunaan instrumen yang telãh diuji validitas dan reliabilitasnya. Peneliti yang melakukan studi kuantitatif mereduksi sedemikian rupa hal-hal yang dapat membuat bias, misalnya akibat masuknya persepsi dan nilai-nilai pribadi. Jika dalam penelaahan muncul adanya bias itu maka penelitian kuantitatif akan jauh dari kaidah-kaidah teknik ilmiah yang sesungguhnya (Sudarwan Danim, 2002: 35).
Selain itu metode penelitian kuantitatif dikatakan sebagai metode yang lebih menekankan pada aspek pengukuran secara obyektif terhadap fenomena sosial. Untuk dapat melakukan pengukuran, setiap fenomena sosial di jabarkan kedalam beberapa komponen masalah, variable dan indikator. Setiap variable yang di tentukan di ukur dengan memberikan simbol-simbol angka yang berbeda–beda sesuai dengan kategori informasi yang berkaitan dengan variable tersebut. Dengan menggunakan simbol–simbol angka tersebut, teknik perhitungan secara kuantitatif matematik dapat di lakukan sehingga dapat menghasilkan suatu kesimpulan yang belaku umum di dalam suatu parameter. Tujuan utama dati metodologi ini ialah menjelaskan suatu masalah tetapi menghasilkan generalisasi. Generalisasi ialah suatu kenyataan kebenaran yang terjadi dalam suatu realitas tentang suatu masalah yang di perkirakan akan berlaku pada suatu populasi tertentu. Generalisasi dapat dihasilkan melalui suatu metode perkiraan atau metode estimasi yang umum berlaku didalam statistika induktif. Metode estimasi itu sendiri dilakukan berdasarkan pengukuran terhadap keadaan nyata yang lebih terbatas lingkupnya yang juga sering disebut “sample” dalam penelitian kuantitatif. Jadi, yang diukur dalam penelitian sebenarnya ialah bagian kecil dari populasi atau sering disebut “data”. Data ialah contoh nyata dari kenyataan yang dapat diprediksikan ke tingkat realitas dengan menggunakan metodologi kuantitatif tertentu. Penelitian kuantitatif mengadakan eksplorasi lebih lanjut serta menemukan fakta dan menguji teori-teori yang timbul.
Sedangkan metode penelitian kualitatif merupakan metode baru karena popularitasnya belum lama, metode ini juga dinamakan postpositivistik karena berlandaskan pada filsafat post positifisme, serta sebagai metode artistic karena proses penelitian lebih bersifat seni (kurang terpola), dan disebut metode interpretive karena data hasil peneletian lebih berkenaan dengan interprestasi terhadap data yang di temukan di lapangan.metode penelitian kuantitatif dapat di artikan sebagai metode penelitian yang di gunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu,pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistic, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang teleh di tetapkan. Metode penelitian kualitatif sering di sebut metode penelitian naturalistik karena penelitianya di lakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting), di sebut juga metode etnographi, karena pada awalnya metode ini lebih banyak di gunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya.
Beberapa metodologi seperti Kirk dan Miller (1986), mendefinisikan metode kualitatif sebagai tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan terhadap manusia dalam kawasanya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan dalam peristilahanya. Sedangkan menurut Bogdan dan Taylor (1975) dalam buku Moleong (2004:3) mengemukakan metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Miles and Huberman (1994) dalam Sukidin (2002:2) metode kualitatif berusaha mengungkap berbagai keunikan yang terdapat dalam individu, kelompok, masyarakat, dan/atau organisasi dalam kehidupan sehari-hari secara menyeluruh, rinci, dalam, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Metode penelitian kualitatif juga merupakan metode penelitian yang lebih menekankan pada aspek pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah dari pada melihat permasalahan untuk penelitian generalisasi. Metode penelitian ini lebih suka menggunakan teknik analisis mendalam ( in-depth analysis ), yaitu mengkaji masalah secara kasus perkasus karena metodologi kulitatif yakin bahwa sifat suatu masalah satu akan berbeda dengan sifat dari masalah lainnya.
Menurut teori penelitian kualitatif, agar penelitinya dapat betul-betul berkualitas, maka data yang dikumpulkan harus lengkap, yaitu berupa data primer dan data sekunder. Data primer adalah data dalam bentuk verbal atau kata-kata yang diucapkan secara lisan,gerak-gerik atau perilaku yang dilakukan oleh subjek yang dapat dipercaya, dalam hal ini adalah subjek penelitian (informan) yang berkenaan dengan variabel yang diteliti. Sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh dari dokumen-dokumen grafis (tabel, catatan, notulen rapat, dll), foto-foto, film, rekaman video, benda-benda, dan lain-lainyang dapat memperkaya data primer.
Dengan demikian menurut Moleong (1998), sumber data penelitian kualitatif adalah tampilan yang berupa kata-kata lisan atau tertulis yang dicermati oleh peneliti, dan benda-benda yang diamati sampai detailnya agar dapat ditangkap makna yang tersirat dalam dokumen atau bendanya. Sumber data tersebutpun harusnya asli, namun apabila yang asli susah didapat, maka fotocopy atau tiruan tidak terlalu jadi masalah, selama dapat diperoleh bukti pengesahan yang kuat kedududkannya. Sumber data penelitian kualitatif secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua, yaitu manusia dan yang bukan manusia. Namun ketika peneliti memilih manusia sebagai subjek harus tetap mewaspadai bahwa manusia mempunyai pikiran, perasaan, kehendak, dan kepentingan. Meskipun peneliti sudah memilih secara cermat, sudah merasa menyatu dalam kehidupan bersama beberapa lama, tetap harus mewaspadai bahwa mereka juga bisa berfikir dan mempertimbangkan kepentingan pribadi. Mungkin ada kalanya berbohong sedikit dan menyembunyikan hal-hal yang dianggap dapat merugikan dirinya, dalam hal ini peneliti harus lebih pandai mengorek informasi menyembunyikan perasaan. Dengan demikian mungkin data yang akan diperoleh lebih bisa dipertanggungjawabkan.
Sehubungan dengan pengumpulan data tersebut Bogdan & Biklen (1982) mengatakan bahwa dalam penelitian kualitatif ini kehadiran peneliti sangat penting kedudukannya, karena penelitian kualitatif adalah studi kasus, maka segala sesuatu akan sangat bergantung pada kedudukan peneliti. Dengan demikian peneliti berkedudukan sebagai instrumen penelitian yang utama (Moleong 1998). Begitu penting dan keharusan keterlibatan peneliti dan penghayatan terhadap permasalahan dan subjek penelitian, maka dapat dikatakan bahwa peneliti melekat erat dengan subjek penelitian. Jadi tujuan dari metodologi ini bukan suatu generalisasi tetapi pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah. Penelitian kualitatif berfungsi memberikan kategori substantif dan hipotesis penelitian kualitatif.

PERBEDAAN
Perbedaan mendasar dari metode penelitian kuantitatif dengan metode penelitian kualitatif yaitu terletak pada strategi dasar penelitiannya. Penelitian kuantitatif dipandang sebagai sesuatu yang bersifat konfirmasi dan deduktif, sedangkan penelitian kualitatif bersifat eksploratoris dan induktif. Bersifat konfirmasi disebabkan karena metode penelitian kuantitatif ini bersifat menguji hipotesis dari suatu teori yang telah ada. Penelitian bersifat mengkonfirmasi antara teori dengan kenyataan yang ada dengan mendasarkan pada data ilmiah baik dalam bentuk angka. Penarikan kesimpulan bersifat deduktif yaitu dari sesuatu yang bersifat umum ke sesuatu yang bersifat khusus. Hal ini berangkat dari teori-teori yang membangunnya.
Hamidi menjelaskan setidaknya terdapat 12 perbedaan pendekatan kuantitatif dengan kualitatif seperti berikut ini :
  1. Dari segi perspektifnya penelitian kuantitatif lebih menggunakan pendekatan etik, dalam arti bahwa peneliti mengumpulkan data dengan menetapkan terlebih dahulu konsep sebagai variabel-variabel yang berhubungan yang berasal dari teori yang sudah ada yang dipilih oleh peneliti. Kemudian variabel tersebut dicari dan ditetapkan indikator-indikatornya. Hanya dari indikator yang telah ditetapkan tersebut dibuat kuesioner, pilihan jawaban dan skor-skornya. Sebaliknya penelitian kualitaif lebih menggunakan persepektif emik. Peneliti dalam hal ini mengumpulkan data berupa cerita rinci dari para informan dan diungkapkan apa adanya sesuai dengan bahasa dan pandangan informan.
  2. Dari segi konsep atau teori, penelitian kuantitatif bertolak dari konsep (variabel) yang terdapat dalam teori yang dipilih oleh peneliti kemudian dicari datanya, melalui kuesioner untuk pengukuran variabel-variabelnya. Di sisi lain penelitian kualitatif berangkat dari penggalian data berupa pandangan responden dalam bentuk cerita rinci atau asli mereka, kemudian para responden bersama peneliti meberi penafsiran sehingga menciptakan konsep sebagai temuan. Secara sederhana penelitian kuantitatif berangkat dari konsep, teori atau menguji (retest) teori, sedangkan kualitatif mengembangkan ,menciptakan, menemukan konsep atau teori.
  3. Dari segi hipotesis, penelitian kuantitatif merumuskan hipotesis sejak awal, yang berasal dari teori relevan yang telah dipilih, sedang penelitian kualitatif bisa menggunakan hipotesis dan bisa tanpa hipotesis. Jika ada maka hipotesis bisa ditemukan di tengah penggalian data, kemudian “dibuktikan” melalui pengumpulan data yang lebih mendalam lagi.
  4. Dari segi teknik pengumpulan data, penelitian kuantitatif mengutamakan penggunaan kuisioner, sedang penelitaian kualitatif mengutamakan penggunaan wawancara dan observasi.
  5. Dari segi permasalahan atau tujuan penelitian, penelitian kuantitatif menanyakan atau ingin mengetahui tingkat pengaruh, keeretan korelasi atau asosiasi antar variabel, atau kadar satu variabel dengan cara pengukuran, sedangkan penelitian kualitatif menanyakan atau ingin mengetahui tentang makna (berupa konsep) yang ada di balik cerita detail para responden dan latar sosial yang diteliti.
  6.  Dari segi teknik memperoleh jumlah (size) responden (sample) pendekatan kuantitatif ukuran (besar, jumlah) sampelnya bersifat representatif (perwakilan) dan diperoleh dengan menggunakan rumus, persentase atau tabel-populasi-sampel serta telah ditentukan sebelum pengumpulan data. Penelitian kualitatif jumlah respondennya diketahui ketika pengumpulan data mengalami kejenuhan. Pengumpulan datanya diawali dari mewawancarai informan-awal atau informan-kunci dan berhenti sampai pada responden yang kesekian sebagai sumber yang sudah tidak memberikan informasi baru lagi. Maksudnya berhenti sampai pada informan yang kesekian ketika informasinya sudah “tidak berkualitas lagi” melalui teknik bola salju (snow-ball), sebab informasi yang diberikan sama atau tidak bervariasi lagi dengan para informan sebelumnya. Jadi penelitian kualitatif jumlah responden atau informannya didasarkan pada suatu proses pencapaian kualitas informasi.
  7. Dari segi alur pikir penarikan kesimpulan penelitian kuantitatif berproses secara deduktif, yakni dari penetapan variabel (konsep), kemudian pengumpulan data dan menyimpulkan. Di sisi lain, penelitian kualitatif berproses secara induktif, yakni prosesnya diawali dari upaya memperoleh data yang detail (riwayat hidup responden, life story, life sycle, berkenaan dengan topik atau masalah penelitian), tanpa evaluasi dan interpretasi, kemudian dikategori, diabstraksi serta dicari tema, konsep atau teori sebagai temuan.
  8. Dari bentuk sajian data, penelitian kuantitatif berupa angka atau tabel, sedang penelitian kualitatif datanya disajikan dalam bentuk cerita detail sesuai bahasa dan pandangan responden.
  9. Dari segi definisi operasional, penelitian kuantitatif menggunakannya, sedangkan penelitian kualitatif tidak perlu menggunakan, karena tidak akan mengukur variabel (definisi operasional adalah petunjuk bagaimana sebuah variabel diukur). Jika penelitian kualitatif menggunakan definisi operasional, berarti penelitian telah menggunakan perspektif etik bukan emik lagi. Dengan menetapkan definisi operasional, berarti peneliti telah menetapkan jenis dan jumlah indikator, yang berarti telah membatasi subjek penelitian mengemukakan pendapat, pengalaman atau pandangan mereka.
  10.  (Dari segi) analisis data penelitian kuantitatif dilakukan di akhir pengumpulan data dengan menggunakan perhitungan statistik, sedang penelitian kualitatif analisis datanya dilakukan sejak awal turun ke lokasi melakukan pengumpulan data, dengan cara “mengangsur atau menabung” informasi, mereduksi, mengelompokkan dan seterusnya sampai terakhir memberi interpretasi.
  11. Dari segi instrumen, penelitian kualitatif memiliki instrumen berupa peneliti itu sendiri. Karena peneliti sebagai manusia dapat beradaptasi dengan para responden dan aktivitas mereka. Yang demikian sangat diperlukan agar responden sebagai sumber data menjadi lebih terbuka dalam memberikan informasi. Di sisi lain, pendekatan kuantitatif instrumennya adalah angket atau kuesioner.
  12. Dari segi kesimpulan, penelitian kualitatif interpretasi data oleh peneliti melalui pengecekan dan kesepakatan dengan subjek penelitian, sebab merekalah yang yang lebih tepat untuk memberikan penjelasan terhadap data atau informasi yang telah diungkapkan. Peneliti memberikan penjelasan terhadap interpretasi yang dibuat, mengapa konsep tertentu dipilih. Bisa saja konsep tersebut merupakan istilah atau kata yang sering digunakan oleh para responden. Di sisi lain, penelitian kuantitatif “sepenuhnya” dilakukan oleh peneliti, berdasarkan hasil perhitungan atau analisis statistik.

Sedangkan menurut Sugiyono (2012: 9) perbedaan antara metode penelitian kuantitatif dengan metode penelitia kualitatif meliputi tiga hal, yaitu perbedaan tentang  aksioma, proses penelitian, dan karakteristik penelitian.
  1. Perbedaan Aksioma
Aksioma adalah pandangan dasar. Aksioma penelitian kuantitatif dan
kualitatif  meliputi aksioma tentang realitas, hubungan peneliti dengan yang diteliti, hubungan variabel, kemungkinan generalisasi, dan peranan nilai.
  1. Sifat Realitas
Aksioma Dasar
Metode Kuantitatif
Metode Kualitatif
Sifat realitas
Dapat diklasifikasikan, konkrit, teramati, terukur
Ganda, holistik, dinamis, hasil konstruksi dan pemahaman
Hubunhan peneliti dengan yang diteliti
Sebab-akibat (kausal)
Timbal-balik
Kemungkinan generalisasi
Cenderung membuat generalisasi
Transferability (hanya mungkin dalam ikatan konteks dan waktu)
Peranan nilai
Cenderung bebas nilai
Terikat nilai-nilai yang dibawa peneliti dan sumber data

  1. Hubungan Peneliti dengan yang diteliti
Dalam penelitian kuantitatif hubungan antara peneliti dengan yang diteliti bersifat independen. Dengan menggunakan angket maka peneliti hampir tidak mengenal siapa yang diteliti atau responden yang memberikan data.
Sedangkan penelitian kualitatif teknik pengumpulan data yang digunakan observasi dan wawancara maka peneliti harus mengenal betul siapa yang diteliti.
  1. Hubungan antar Variabel
Peneliti kuantitatif dalam melihat hubungan variabel terhadap obyek yang diteliti lebih bersifat sebab dan akibat, sehingga dalam penelitianya ada variabel independen dan dependen. Dari variabel tersebut selanjutnya dicari seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabrl dependen.
Dalam penelitian kualitatif bersifat holistik dan menekankan pada proses, maka penelitian kualitatif melihat hubungan variabel pada obyek yang diteliti lebih bersifat interaktif yaitu saling mempengaruh.
  1. Kemungkinan Generalisasi
Pada umumya peneliti kuantitatif lebih menekankan pada keluasan informasi (bukan kejelasan) sehingga metode ini cocok digunakan untuk populasi yang luas dengan variabel yang terbatas. Data yang diteliti adalah data sampel yang diambil dari populasi dengan teknik random.
Penelitian kualitatif tidan menggunakan generalisasi tetapi lebih menekankan pada kedalaman informasi sehingga sampai pada tingkat makna.
  1. Peranan Nilai
Dalam penelitian kuantitatif, peneliti tidak berinteraksi dengan sumber data, maka akan terbebas dari  nilai-nilai yang dibawa peneliti  karena bersifat bebas nilai, jadi peneliti menjaga jarak agar data yang diperoleh obyektif.
Peneliti kualitatif dalam melakukan pengumpulan data terjadi interaksi antara peneliti dengan yang diteliti. Dalam interaksi inti baik peneliti maupun yang diteliti memiliki latar belakang, pandangan, keyakinan, nilai-nilai, kepentingan, dan persepsi yang berbeda-beda sehingga dalam pengumpulan data, analisis, dan pembuatan laporan akan terikat oleh nilai masing-masing.

  1. Karakteristik Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif
No
Metode Kuantitatif
Metode Kualitatif
1
  1. Desain
    1. Spesifik, jelas, rinci
    2. Ditentukan secara mantap sejak awal
    3. Menjadi pegangan langkah demi langkah
    4. Desain
      1. Umum
      2. Fleksibel
      3. Berkembang dan muncul dalam proses penelitian

2
  1. Tujuan
    1. Menunjukan hubungan antar variabel
    2. Menguji teori
    3. Mencari generalisasi yang mempunyai nilai prediktif
    4. Tujuan
      1. Menunjukan pola hubungan yang bersifat interaktif
      2. Menemukan teori
      3. Menggambarkan realitas yang kompleks
      4. Memperoleh pemahaman makna

3
  1. Teknik Pengumpulan Data
    1. Kuesioner
    2. Observasi dan wawancara terstruktur
    3. Teknik Pengumpulan Data
      1. Participant observation
      2. In depth interview
      3. Dokumentasi
      4. Triagulasi

4
  1. Instrumen Penelitian
    1. Test, angket, wawancara terstruktur
    2. Instrumen yang telah terstandar
    3. Instrumen Penelitian
      1. Peneliti sebagai instrumen
      2. Buku catatan, tape recorder, camera, handycam, dll

5
  1. Data
    1. Kuantitatif
    2. Hasil pengukuran variabel yang diperasionalkan dengan instrumen
    3. Data
      1. Deskriptif Kualitatif
      2. Dokumen pribadi, catatan lapangan, ucapan dan tindakan responden, dokumen, dll

6
  1. Sampel
    1. Besar
    2. Representatif
    3. Sedapat mungkin random
    4. Ditentukan sejak awal
    5. Sampel
      1. Kecil
      2. Tidak representatif
      3. Purposive, snawball
      4. Berkembang selama proses penelitian

7
  1. Analisis
    1. Setelah selesai pengumpulan data
    2. Deduktif
    3. Menggunakan statistik untuk memguji hipotesis
    4. Analisis
      1. Terus menerus sejak awal hingga akhir penelitian
      2. Induktif
      3. Mencati pola, model, thema, teori

8
  1. Hubungan Dengan Responden
    1. Dibuat berjarak, bahkan sering tanpa kontak supaya obyektif
    2. Kedududkan peneliti lebih tinggi dari pada responden
    3. Jangka pendek sampai hipotesis dapat dibuktikan
    4. Hubungan dengan Responden
      1. Empati, akrab supaya memperoleh pemahaman yang mendalam
      2. Kedudukan sama, bahkan sebagai guru, konsultan
      3. Jangka lama, sampai datanya penuh, dapat ditemukan hipotesis atau teori

9
  1. Usulan Desain
    1. Luas dan rinci
    2. Literatur yang berhubungan dengan masalah dan variabel yang diteliti
    3. Prosedur yang spesifik dan rinci langkah-langkahnya
    4. Masalah dirumuskan dengan spesifik dan jelas
    5. Hipotesis dirumuskan dengan jelas
    6. Ditulis secara rinci dan jelas sebelum ke lapangan
    7. Usulan Desain
      1. Singkat, umum bersifat sementara
      2. Literatur yang digunakan bersifat sementara, tidak menjadi pegangan utama
      3. Prosedur bersifat umum, seperti akan merencanakan tour/piknik
      4. Masalah bersifat sementara dan akan ditemukan setelah studi pendahuluan
      5. Tidak dirumuskan hipotesis, karena justru akan menemukan hipotesis
      6. Fokus penelitian ditetapkan setelah memperoleh data awal dari lapangan

10
  1. Kapan Peneliti dianggap selesai ?
Setelah semua kegiatan yang direncanakan dapat diselesaikan

  1. Peneliti dianggap selesai ?
Setelah tidak ada data yang dianggap baru/jenuh
11
  1. Kepercayaan terhadap hasil Penelitian
Pengujian validitas dan realiabilitas instrumen
  1. Kepercayaan terhadap hasil Penelitian
Pengujian kredibilitas, depenabilitas, proses dan hasil penelitian

  1. Proses Penelitian
Penelitian kuantitatif bertolak dari studi pendahuluan dari obyek yang diteliti. Masalah harus digali melalui studi pendahuluan melalui fakta-fakta empiris, sehingga peneliti harus menguasai teori melalui membaca berbagai refrensi. Selanjutnya masalah dirumuskan secara spesifik. Untuk menjawab masalah yang bersifat sementara (hipotesis) maka, peneliti dapat membaca refrensi teoritis yang relevan. Kemudian untuk menguji hipotesis peneliti dapat memilih metode/strategi/pendekatan/desain penelitian yang sesuai. Setelah metode penelitian yang sesuai dipilih maka peneliti dapat menyusun instrumen penelitian. Dan hendaknya instrumen penelitian terlebih dahulu diuji validitas dan realiabilitasnya. Pengumpulan data pada penelitian kuantitatif dilakukan pada objek tertentu baik populasi maupun sampel. Jika peneliti akan membuat generalisasi terhadap temuanya, maka sampel yang diambil harus respensif (mewakili). Setelah data terkumpul, selanjutnya dianalisi untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis. Dalam analisis akan ditemukan apakah hipotesis ditolak atau diterima atau apakah penemuan itu sesuai dengan hipotesis yang dajukan atau tidak. Kesimpulanya berdasarkan metode penelitian kuantitatif maka penelitian ini bersifat linear, dimana langkah-langkahnya jelas, mulai dari rumusan masalah, berteoti, berhipotesis, pengumpulan data, analis data, serta kesimpulan dan saran.
Sedangkan proses penelitian kualitatif adalah penelitian yang belum memiliki masalah, atau keinginan yang jelas, tetapi dapat langsung memasuki lapangan/objek penelitian. Setelah memasuki objek penelitian tahap awal peneliti kualitatif akan melihat segala sesuatu yang ada ditempat itu , masih bersifat umum. Baru ketika pada proses penelitian tahap ke dua yang disebut sebagai tahap reduksi/fokus, peneliti akan memilih mana data yang menarik penting, berguna, dan baru. Selanjutnya dikelompok menjadi berbagai kategori yang ditetapkan sebagai fokus penelitian. Tahap selanjutnya atau tahap ke tiga dalam penelitian kualitatif adalah tahap selection. Pada tahap ini peneliti menguraikan fokus menjadi lebih rinci. Kemudian peneliti melakukan analis yang mendalam terhadap data dan informasi yang diperoleh, maka selanjutnya peneliti dapat menemukan tema dengan cara mengkonstruksikan data yang diperoleh menjadi sebuah pengetahuan, hipotesis atau ilmu yang baru.
Hasil akhir dari penelitian kualitatif ini bukan hanya sekedar menghasilkan Data atau informasi seperti yang sulit di cari  halnya pada metode penelitian kuantitatif, tetapi juga harus mampu menghasilkan informasi-informasi yang bermakna, bahkan hipotesis atau ilmu baru yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi masalah dan meningkatkan taraf hidup manusia.


KESIMPULAN
            Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang sistematis, jelas, terencana sejak awal hingga akhir penelitian. Di mulai dari peneliti yang menemukan sebuah masalah dan mengembangkan masalahnya melalui membaca beberapa referensi  yang nantinya akan memunculkan hipotesis yang akan  di buktikan melalui kuesioner/angket yang diberikan kepada responden atau sampel dari beberapa populasi yang dipilih melalui random. Hasil penelitian dari metode kuantitatif secara umum akan berupa data-data/angka-angka. Pada metode ini analisis data akan dilakukan setelah semua data terkumpul.
Sedangkan metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang dikembangkan berdasarkan hasil penelitian di lapangan, secara langsung peneliti melakukan penelitian  kepada sumber data/responden. Hasil yang diperoleh dalam metode penelitian kualitatif ini akan berupa dokumen-dokumen, baik dokumen pribadi peneliti, catatan lapangan, ucapan dan tindakan responden, dll. Analisis dilakukan sejak awal hingga akhir penelitian.