Senin, 04 Mei 2015

Kuantitatif dan Kualitatif



Dalam metode penelitian kuantitatif, masalah yang diteliti lebih umum memiliki wilayah yang luas, tingkat variasi yang kompleks. Penelitian kuantitatif lebih sistematis, terencana, terstruktur, jelas dari awal hingga akhir penelitian. Akan tetapi masalah-masalah pada metode penelitian kualitatif berwilayah pada ruang yang sempit dengan tingkat variasi yang rendah, namun dari penelitian tersebut nantinya dapat berkembangkan secara luas sesuai dengan keadaan di lapangan. Pendekatan kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia. Pada pendekatan ini, prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang yang diamati dan perilaku yang diamati. Penelitian kualitatif dilakukan pada kondisi alamiah dan bersifat penemuan. Dalam penelitian kualitatif, peneliti sebagai instrumen pokok. Oleh karena hal itu, peneliti harus memiliki bekal teori dan wawasan yang luas agar dapat melakukan wawancara secara langsung terhadap responden, menganalisis, dan mengkontruksikan obyek yang diteliti agar lebih jelas. Penelitian ini lebih menekankan pada makna dan terikat nilai.
PENGERTIAN
Metode penelitian kuantitatif  merupakan salah satu jenis penelitian yang spesifikasinya adalah sistematis, terencana, dan terstruktur dengan jelas sejak awal hingga pembuatan desain penelitiannya. Definisi lain menyebutkan penelitian kuantitatif adalah penelitian yang banyak menuntut penggunaan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Demikian pula pada tahap kesimpulan penelitian akan lebih baik bila disertai dengan gambar, table, grafik, atau tampilan lainnya.
Menurut Sugiyono, metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2012: 7). Metode kuantitatif sering juga disebut metode tradisional, positivistik, ilmiah/scientific dan metode discovery. Metode kuantitatif dinamakan metode tradisional, karena metode ini sudah cukup lama digunakan sehingga sudah mentradisi sebagai metode untuk penelitian. Metode ini disebut sebagai metode positivistik karena berlandaskan pada filsafat positivisme. Metode ini disebut sebagai metode ilmiah (scientific) karena metode ini telah memenuhi kaidah-kaidah ilmiah yaitu konkrit, empiris, obyektif, terukur, rasional dan sistematis. Metode ini juga disebut metode discovery karena dengan metode ini dapat ditemukan dan dikembangkan berbagai iptek baru. Metode ini disebut metode kuantitatif karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik.
Penelitian kuantitatif merupakan studi yang diposisikan sebagai bebas nilai (value free).Dengan kata lain, penelitian kuantitatif sangat ketat menerapkan prinsip-prinsip objektivitas. Objektivitas itu diperoleh antara lain melalui penggunaan instrumen yang telãh diuji validitas dan reliabilitasnya. Peneliti yang melakukan studi kuantitatif mereduksi sedemikian rupa hal-hal yang dapat membuat bias, misalnya akibat masuknya persepsi dan nilai-nilai pribadi. Jika dalam penelaahan muncul adanya bias itu maka penelitian kuantitatif akan jauh dari kaidah-kaidah teknik ilmiah yang sesungguhnya (Sudarwan Danim, 2002: 35).
Selain itu metode penelitian kuantitatif dikatakan sebagai metode yang lebih menekankan pada aspek pengukuran secara obyektif terhadap fenomena sosial. Untuk dapat melakukan pengukuran, setiap fenomena sosial di jabarkan kedalam beberapa komponen masalah, variable dan indikator. Setiap variable yang di tentukan di ukur dengan memberikan simbol-simbol angka yang berbeda–beda sesuai dengan kategori informasi yang berkaitan dengan variable tersebut. Dengan menggunakan simbol–simbol angka tersebut, teknik perhitungan secara kuantitatif matematik dapat di lakukan sehingga dapat menghasilkan suatu kesimpulan yang belaku umum di dalam suatu parameter. Tujuan utama dati metodologi ini ialah menjelaskan suatu masalah tetapi menghasilkan generalisasi. Generalisasi ialah suatu kenyataan kebenaran yang terjadi dalam suatu realitas tentang suatu masalah yang di perkirakan akan berlaku pada suatu populasi tertentu. Generalisasi dapat dihasilkan melalui suatu metode perkiraan atau metode estimasi yang umum berlaku didalam statistika induktif. Metode estimasi itu sendiri dilakukan berdasarkan pengukuran terhadap keadaan nyata yang lebih terbatas lingkupnya yang juga sering disebut “sample” dalam penelitian kuantitatif. Jadi, yang diukur dalam penelitian sebenarnya ialah bagian kecil dari populasi atau sering disebut “data”. Data ialah contoh nyata dari kenyataan yang dapat diprediksikan ke tingkat realitas dengan menggunakan metodologi kuantitatif tertentu. Penelitian kuantitatif mengadakan eksplorasi lebih lanjut serta menemukan fakta dan menguji teori-teori yang timbul.
Sedangkan metode penelitian kualitatif merupakan metode baru karena popularitasnya belum lama, metode ini juga dinamakan postpositivistik karena berlandaskan pada filsafat post positifisme, serta sebagai metode artistic karena proses penelitian lebih bersifat seni (kurang terpola), dan disebut metode interpretive karena data hasil peneletian lebih berkenaan dengan interprestasi terhadap data yang di temukan di lapangan.metode penelitian kuantitatif dapat di artikan sebagai metode penelitian yang di gunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu,pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistic, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang teleh di tetapkan. Metode penelitian kualitatif sering di sebut metode penelitian naturalistik karena penelitianya di lakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting), di sebut juga metode etnographi, karena pada awalnya metode ini lebih banyak di gunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya.
Beberapa metodologi seperti Kirk dan Miller (1986), mendefinisikan metode kualitatif sebagai tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan terhadap manusia dalam kawasanya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan dalam peristilahanya. Sedangkan menurut Bogdan dan Taylor (1975) dalam buku Moleong (2004:3) mengemukakan metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Miles and Huberman (1994) dalam Sukidin (2002:2) metode kualitatif berusaha mengungkap berbagai keunikan yang terdapat dalam individu, kelompok, masyarakat, dan/atau organisasi dalam kehidupan sehari-hari secara menyeluruh, rinci, dalam, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Metode penelitian kualitatif juga merupakan metode penelitian yang lebih menekankan pada aspek pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah dari pada melihat permasalahan untuk penelitian generalisasi. Metode penelitian ini lebih suka menggunakan teknik analisis mendalam ( in-depth analysis ), yaitu mengkaji masalah secara kasus perkasus karena metodologi kulitatif yakin bahwa sifat suatu masalah satu akan berbeda dengan sifat dari masalah lainnya.
Menurut teori penelitian kualitatif, agar penelitinya dapat betul-betul berkualitas, maka data yang dikumpulkan harus lengkap, yaitu berupa data primer dan data sekunder. Data primer adalah data dalam bentuk verbal atau kata-kata yang diucapkan secara lisan,gerak-gerik atau perilaku yang dilakukan oleh subjek yang dapat dipercaya, dalam hal ini adalah subjek penelitian (informan) yang berkenaan dengan variabel yang diteliti. Sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh dari dokumen-dokumen grafis (tabel, catatan, notulen rapat, dll), foto-foto, film, rekaman video, benda-benda, dan lain-lainyang dapat memperkaya data primer.
Dengan demikian menurut Moleong (1998), sumber data penelitian kualitatif adalah tampilan yang berupa kata-kata lisan atau tertulis yang dicermati oleh peneliti, dan benda-benda yang diamati sampai detailnya agar dapat ditangkap makna yang tersirat dalam dokumen atau bendanya. Sumber data tersebutpun harusnya asli, namun apabila yang asli susah didapat, maka fotocopy atau tiruan tidak terlalu jadi masalah, selama dapat diperoleh bukti pengesahan yang kuat kedududkannya. Sumber data penelitian kualitatif secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua, yaitu manusia dan yang bukan manusia. Namun ketika peneliti memilih manusia sebagai subjek harus tetap mewaspadai bahwa manusia mempunyai pikiran, perasaan, kehendak, dan kepentingan. Meskipun peneliti sudah memilih secara cermat, sudah merasa menyatu dalam kehidupan bersama beberapa lama, tetap harus mewaspadai bahwa mereka juga bisa berfikir dan mempertimbangkan kepentingan pribadi. Mungkin ada kalanya berbohong sedikit dan menyembunyikan hal-hal yang dianggap dapat merugikan dirinya, dalam hal ini peneliti harus lebih pandai mengorek informasi menyembunyikan perasaan. Dengan demikian mungkin data yang akan diperoleh lebih bisa dipertanggungjawabkan.
Sehubungan dengan pengumpulan data tersebut Bogdan & Biklen (1982) mengatakan bahwa dalam penelitian kualitatif ini kehadiran peneliti sangat penting kedudukannya, karena penelitian kualitatif adalah studi kasus, maka segala sesuatu akan sangat bergantung pada kedudukan peneliti. Dengan demikian peneliti berkedudukan sebagai instrumen penelitian yang utama (Moleong 1998). Begitu penting dan keharusan keterlibatan peneliti dan penghayatan terhadap permasalahan dan subjek penelitian, maka dapat dikatakan bahwa peneliti melekat erat dengan subjek penelitian. Jadi tujuan dari metodologi ini bukan suatu generalisasi tetapi pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah. Penelitian kualitatif berfungsi memberikan kategori substantif dan hipotesis penelitian kualitatif.

PERBEDAAN
Perbedaan mendasar dari metode penelitian kuantitatif dengan metode penelitian kualitatif yaitu terletak pada strategi dasar penelitiannya. Penelitian kuantitatif dipandang sebagai sesuatu yang bersifat konfirmasi dan deduktif, sedangkan penelitian kualitatif bersifat eksploratoris dan induktif. Bersifat konfirmasi disebabkan karena metode penelitian kuantitatif ini bersifat menguji hipotesis dari suatu teori yang telah ada. Penelitian bersifat mengkonfirmasi antara teori dengan kenyataan yang ada dengan mendasarkan pada data ilmiah baik dalam bentuk angka. Penarikan kesimpulan bersifat deduktif yaitu dari sesuatu yang bersifat umum ke sesuatu yang bersifat khusus. Hal ini berangkat dari teori-teori yang membangunnya.
Hamidi menjelaskan setidaknya terdapat 12 perbedaan pendekatan kuantitatif dengan kualitatif seperti berikut ini :
  1. Dari segi perspektifnya penelitian kuantitatif lebih menggunakan pendekatan etik, dalam arti bahwa peneliti mengumpulkan data dengan menetapkan terlebih dahulu konsep sebagai variabel-variabel yang berhubungan yang berasal dari teori yang sudah ada yang dipilih oleh peneliti. Kemudian variabel tersebut dicari dan ditetapkan indikator-indikatornya. Hanya dari indikator yang telah ditetapkan tersebut dibuat kuesioner, pilihan jawaban dan skor-skornya. Sebaliknya penelitian kualitaif lebih menggunakan persepektif emik. Peneliti dalam hal ini mengumpulkan data berupa cerita rinci dari para informan dan diungkapkan apa adanya sesuai dengan bahasa dan pandangan informan.
  2. Dari segi konsep atau teori, penelitian kuantitatif bertolak dari konsep (variabel) yang terdapat dalam teori yang dipilih oleh peneliti kemudian dicari datanya, melalui kuesioner untuk pengukuran variabel-variabelnya. Di sisi lain penelitian kualitatif berangkat dari penggalian data berupa pandangan responden dalam bentuk cerita rinci atau asli mereka, kemudian para responden bersama peneliti meberi penafsiran sehingga menciptakan konsep sebagai temuan. Secara sederhana penelitian kuantitatif berangkat dari konsep, teori atau menguji (retest) teori, sedangkan kualitatif mengembangkan ,menciptakan, menemukan konsep atau teori.
  3. Dari segi hipotesis, penelitian kuantitatif merumuskan hipotesis sejak awal, yang berasal dari teori relevan yang telah dipilih, sedang penelitian kualitatif bisa menggunakan hipotesis dan bisa tanpa hipotesis. Jika ada maka hipotesis bisa ditemukan di tengah penggalian data, kemudian “dibuktikan” melalui pengumpulan data yang lebih mendalam lagi.
  4. Dari segi teknik pengumpulan data, penelitian kuantitatif mengutamakan penggunaan kuisioner, sedang penelitaian kualitatif mengutamakan penggunaan wawancara dan observasi.
  5. Dari segi permasalahan atau tujuan penelitian, penelitian kuantitatif menanyakan atau ingin mengetahui tingkat pengaruh, keeretan korelasi atau asosiasi antar variabel, atau kadar satu variabel dengan cara pengukuran, sedangkan penelitian kualitatif menanyakan atau ingin mengetahui tentang makna (berupa konsep) yang ada di balik cerita detail para responden dan latar sosial yang diteliti.
  6.  Dari segi teknik memperoleh jumlah (size) responden (sample) pendekatan kuantitatif ukuran (besar, jumlah) sampelnya bersifat representatif (perwakilan) dan diperoleh dengan menggunakan rumus, persentase atau tabel-populasi-sampel serta telah ditentukan sebelum pengumpulan data. Penelitian kualitatif jumlah respondennya diketahui ketika pengumpulan data mengalami kejenuhan. Pengumpulan datanya diawali dari mewawancarai informan-awal atau informan-kunci dan berhenti sampai pada responden yang kesekian sebagai sumber yang sudah tidak memberikan informasi baru lagi. Maksudnya berhenti sampai pada informan yang kesekian ketika informasinya sudah “tidak berkualitas lagi” melalui teknik bola salju (snow-ball), sebab informasi yang diberikan sama atau tidak bervariasi lagi dengan para informan sebelumnya. Jadi penelitian kualitatif jumlah responden atau informannya didasarkan pada suatu proses pencapaian kualitas informasi.
  7. Dari segi alur pikir penarikan kesimpulan penelitian kuantitatif berproses secara deduktif, yakni dari penetapan variabel (konsep), kemudian pengumpulan data dan menyimpulkan. Di sisi lain, penelitian kualitatif berproses secara induktif, yakni prosesnya diawali dari upaya memperoleh data yang detail (riwayat hidup responden, life story, life sycle, berkenaan dengan topik atau masalah penelitian), tanpa evaluasi dan interpretasi, kemudian dikategori, diabstraksi serta dicari tema, konsep atau teori sebagai temuan.
  8. Dari bentuk sajian data, penelitian kuantitatif berupa angka atau tabel, sedang penelitian kualitatif datanya disajikan dalam bentuk cerita detail sesuai bahasa dan pandangan responden.
  9. Dari segi definisi operasional, penelitian kuantitatif menggunakannya, sedangkan penelitian kualitatif tidak perlu menggunakan, karena tidak akan mengukur variabel (definisi operasional adalah petunjuk bagaimana sebuah variabel diukur). Jika penelitian kualitatif menggunakan definisi operasional, berarti penelitian telah menggunakan perspektif etik bukan emik lagi. Dengan menetapkan definisi operasional, berarti peneliti telah menetapkan jenis dan jumlah indikator, yang berarti telah membatasi subjek penelitian mengemukakan pendapat, pengalaman atau pandangan mereka.
  10.  (Dari segi) analisis data penelitian kuantitatif dilakukan di akhir pengumpulan data dengan menggunakan perhitungan statistik, sedang penelitian kualitatif analisis datanya dilakukan sejak awal turun ke lokasi melakukan pengumpulan data, dengan cara “mengangsur atau menabung” informasi, mereduksi, mengelompokkan dan seterusnya sampai terakhir memberi interpretasi.
  11. Dari segi instrumen, penelitian kualitatif memiliki instrumen berupa peneliti itu sendiri. Karena peneliti sebagai manusia dapat beradaptasi dengan para responden dan aktivitas mereka. Yang demikian sangat diperlukan agar responden sebagai sumber data menjadi lebih terbuka dalam memberikan informasi. Di sisi lain, pendekatan kuantitatif instrumennya adalah angket atau kuesioner.
  12. Dari segi kesimpulan, penelitian kualitatif interpretasi data oleh peneliti melalui pengecekan dan kesepakatan dengan subjek penelitian, sebab merekalah yang yang lebih tepat untuk memberikan penjelasan terhadap data atau informasi yang telah diungkapkan. Peneliti memberikan penjelasan terhadap interpretasi yang dibuat, mengapa konsep tertentu dipilih. Bisa saja konsep tersebut merupakan istilah atau kata yang sering digunakan oleh para responden. Di sisi lain, penelitian kuantitatif “sepenuhnya” dilakukan oleh peneliti, berdasarkan hasil perhitungan atau analisis statistik.

Sedangkan menurut Sugiyono (2012: 9) perbedaan antara metode penelitian kuantitatif dengan metode penelitia kualitatif meliputi tiga hal, yaitu perbedaan tentang  aksioma, proses penelitian, dan karakteristik penelitian.
  1. Perbedaan Aksioma
Aksioma adalah pandangan dasar. Aksioma penelitian kuantitatif dan
kualitatif  meliputi aksioma tentang realitas, hubungan peneliti dengan yang diteliti, hubungan variabel, kemungkinan generalisasi, dan peranan nilai.
  1. Sifat Realitas
Aksioma Dasar
Metode Kuantitatif
Metode Kualitatif
Sifat realitas
Dapat diklasifikasikan, konkrit, teramati, terukur
Ganda, holistik, dinamis, hasil konstruksi dan pemahaman
Hubunhan peneliti dengan yang diteliti
Sebab-akibat (kausal)
Timbal-balik
Kemungkinan generalisasi
Cenderung membuat generalisasi
Transferability (hanya mungkin dalam ikatan konteks dan waktu)
Peranan nilai
Cenderung bebas nilai
Terikat nilai-nilai yang dibawa peneliti dan sumber data

  1. Hubungan Peneliti dengan yang diteliti
Dalam penelitian kuantitatif hubungan antara peneliti dengan yang diteliti bersifat independen. Dengan menggunakan angket maka peneliti hampir tidak mengenal siapa yang diteliti atau responden yang memberikan data.
Sedangkan penelitian kualitatif teknik pengumpulan data yang digunakan observasi dan wawancara maka peneliti harus mengenal betul siapa yang diteliti.
  1. Hubungan antar Variabel
Peneliti kuantitatif dalam melihat hubungan variabel terhadap obyek yang diteliti lebih bersifat sebab dan akibat, sehingga dalam penelitianya ada variabel independen dan dependen. Dari variabel tersebut selanjutnya dicari seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabrl dependen.
Dalam penelitian kualitatif bersifat holistik dan menekankan pada proses, maka penelitian kualitatif melihat hubungan variabel pada obyek yang diteliti lebih bersifat interaktif yaitu saling mempengaruh.
  1. Kemungkinan Generalisasi
Pada umumya peneliti kuantitatif lebih menekankan pada keluasan informasi (bukan kejelasan) sehingga metode ini cocok digunakan untuk populasi yang luas dengan variabel yang terbatas. Data yang diteliti adalah data sampel yang diambil dari populasi dengan teknik random.
Penelitian kualitatif tidan menggunakan generalisasi tetapi lebih menekankan pada kedalaman informasi sehingga sampai pada tingkat makna.
  1. Peranan Nilai
Dalam penelitian kuantitatif, peneliti tidak berinteraksi dengan sumber data, maka akan terbebas dari  nilai-nilai yang dibawa peneliti  karena bersifat bebas nilai, jadi peneliti menjaga jarak agar data yang diperoleh obyektif.
Peneliti kualitatif dalam melakukan pengumpulan data terjadi interaksi antara peneliti dengan yang diteliti. Dalam interaksi inti baik peneliti maupun yang diteliti memiliki latar belakang, pandangan, keyakinan, nilai-nilai, kepentingan, dan persepsi yang berbeda-beda sehingga dalam pengumpulan data, analisis, dan pembuatan laporan akan terikat oleh nilai masing-masing.

  1. Karakteristik Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif
No
Metode Kuantitatif
Metode Kualitatif
1
  1. Desain
    1. Spesifik, jelas, rinci
    2. Ditentukan secara mantap sejak awal
    3. Menjadi pegangan langkah demi langkah
    4. Desain
      1. Umum
      2. Fleksibel
      3. Berkembang dan muncul dalam proses penelitian

2
  1. Tujuan
    1. Menunjukan hubungan antar variabel
    2. Menguji teori
    3. Mencari generalisasi yang mempunyai nilai prediktif
    4. Tujuan
      1. Menunjukan pola hubungan yang bersifat interaktif
      2. Menemukan teori
      3. Menggambarkan realitas yang kompleks
      4. Memperoleh pemahaman makna

3
  1. Teknik Pengumpulan Data
    1. Kuesioner
    2. Observasi dan wawancara terstruktur
    3. Teknik Pengumpulan Data
      1. Participant observation
      2. In depth interview
      3. Dokumentasi
      4. Triagulasi

4
  1. Instrumen Penelitian
    1. Test, angket, wawancara terstruktur
    2. Instrumen yang telah terstandar
    3. Instrumen Penelitian
      1. Peneliti sebagai instrumen
      2. Buku catatan, tape recorder, camera, handycam, dll

5
  1. Data
    1. Kuantitatif
    2. Hasil pengukuran variabel yang diperasionalkan dengan instrumen
    3. Data
      1. Deskriptif Kualitatif
      2. Dokumen pribadi, catatan lapangan, ucapan dan tindakan responden, dokumen, dll

6
  1. Sampel
    1. Besar
    2. Representatif
    3. Sedapat mungkin random
    4. Ditentukan sejak awal
    5. Sampel
      1. Kecil
      2. Tidak representatif
      3. Purposive, snawball
      4. Berkembang selama proses penelitian

7
  1. Analisis
    1. Setelah selesai pengumpulan data
    2. Deduktif
    3. Menggunakan statistik untuk memguji hipotesis
    4. Analisis
      1. Terus menerus sejak awal hingga akhir penelitian
      2. Induktif
      3. Mencati pola, model, thema, teori

8
  1. Hubungan Dengan Responden
    1. Dibuat berjarak, bahkan sering tanpa kontak supaya obyektif
    2. Kedududkan peneliti lebih tinggi dari pada responden
    3. Jangka pendek sampai hipotesis dapat dibuktikan
    4. Hubungan dengan Responden
      1. Empati, akrab supaya memperoleh pemahaman yang mendalam
      2. Kedudukan sama, bahkan sebagai guru, konsultan
      3. Jangka lama, sampai datanya penuh, dapat ditemukan hipotesis atau teori

9
  1. Usulan Desain
    1. Luas dan rinci
    2. Literatur yang berhubungan dengan masalah dan variabel yang diteliti
    3. Prosedur yang spesifik dan rinci langkah-langkahnya
    4. Masalah dirumuskan dengan spesifik dan jelas
    5. Hipotesis dirumuskan dengan jelas
    6. Ditulis secara rinci dan jelas sebelum ke lapangan
    7. Usulan Desain
      1. Singkat, umum bersifat sementara
      2. Literatur yang digunakan bersifat sementara, tidak menjadi pegangan utama
      3. Prosedur bersifat umum, seperti akan merencanakan tour/piknik
      4. Masalah bersifat sementara dan akan ditemukan setelah studi pendahuluan
      5. Tidak dirumuskan hipotesis, karena justru akan menemukan hipotesis
      6. Fokus penelitian ditetapkan setelah memperoleh data awal dari lapangan

10
  1. Kapan Peneliti dianggap selesai ?
Setelah semua kegiatan yang direncanakan dapat diselesaikan

  1. Peneliti dianggap selesai ?
Setelah tidak ada data yang dianggap baru/jenuh
11
  1. Kepercayaan terhadap hasil Penelitian
Pengujian validitas dan realiabilitas instrumen
  1. Kepercayaan terhadap hasil Penelitian
Pengujian kredibilitas, depenabilitas, proses dan hasil penelitian

  1. Proses Penelitian
Penelitian kuantitatif bertolak dari studi pendahuluan dari obyek yang diteliti. Masalah harus digali melalui studi pendahuluan melalui fakta-fakta empiris, sehingga peneliti harus menguasai teori melalui membaca berbagai refrensi. Selanjutnya masalah dirumuskan secara spesifik. Untuk menjawab masalah yang bersifat sementara (hipotesis) maka, peneliti dapat membaca refrensi teoritis yang relevan. Kemudian untuk menguji hipotesis peneliti dapat memilih metode/strategi/pendekatan/desain penelitian yang sesuai. Setelah metode penelitian yang sesuai dipilih maka peneliti dapat menyusun instrumen penelitian. Dan hendaknya instrumen penelitian terlebih dahulu diuji validitas dan realiabilitasnya. Pengumpulan data pada penelitian kuantitatif dilakukan pada objek tertentu baik populasi maupun sampel. Jika peneliti akan membuat generalisasi terhadap temuanya, maka sampel yang diambil harus respensif (mewakili). Setelah data terkumpul, selanjutnya dianalisi untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis. Dalam analisis akan ditemukan apakah hipotesis ditolak atau diterima atau apakah penemuan itu sesuai dengan hipotesis yang dajukan atau tidak. Kesimpulanya berdasarkan metode penelitian kuantitatif maka penelitian ini bersifat linear, dimana langkah-langkahnya jelas, mulai dari rumusan masalah, berteoti, berhipotesis, pengumpulan data, analis data, serta kesimpulan dan saran.
Sedangkan proses penelitian kualitatif adalah penelitian yang belum memiliki masalah, atau keinginan yang jelas, tetapi dapat langsung memasuki lapangan/objek penelitian. Setelah memasuki objek penelitian tahap awal peneliti kualitatif akan melihat segala sesuatu yang ada ditempat itu , masih bersifat umum. Baru ketika pada proses penelitian tahap ke dua yang disebut sebagai tahap reduksi/fokus, peneliti akan memilih mana data yang menarik penting, berguna, dan baru. Selanjutnya dikelompok menjadi berbagai kategori yang ditetapkan sebagai fokus penelitian. Tahap selanjutnya atau tahap ke tiga dalam penelitian kualitatif adalah tahap selection. Pada tahap ini peneliti menguraikan fokus menjadi lebih rinci. Kemudian peneliti melakukan analis yang mendalam terhadap data dan informasi yang diperoleh, maka selanjutnya peneliti dapat menemukan tema dengan cara mengkonstruksikan data yang diperoleh menjadi sebuah pengetahuan, hipotesis atau ilmu yang baru.
Hasil akhir dari penelitian kualitatif ini bukan hanya sekedar menghasilkan Data atau informasi seperti yang sulit di cari  halnya pada metode penelitian kuantitatif, tetapi juga harus mampu menghasilkan informasi-informasi yang bermakna, bahkan hipotesis atau ilmu baru yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi masalah dan meningkatkan taraf hidup manusia.


KESIMPULAN
            Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang sistematis, jelas, terencana sejak awal hingga akhir penelitian. Di mulai dari peneliti yang menemukan sebuah masalah dan mengembangkan masalahnya melalui membaca beberapa referensi  yang nantinya akan memunculkan hipotesis yang akan  di buktikan melalui kuesioner/angket yang diberikan kepada responden atau sampel dari beberapa populasi yang dipilih melalui random. Hasil penelitian dari metode kuantitatif secara umum akan berupa data-data/angka-angka. Pada metode ini analisis data akan dilakukan setelah semua data terkumpul.
Sedangkan metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang dikembangkan berdasarkan hasil penelitian di lapangan, secara langsung peneliti melakukan penelitian  kepada sumber data/responden. Hasil yang diperoleh dalam metode penelitian kualitatif ini akan berupa dokumen-dokumen, baik dokumen pribadi peneliti, catatan lapangan, ucapan dan tindakan responden, dll. Analisis dilakukan sejak awal hingga akhir penelitian.

Minggu, 19 April 2015

Karangan Eksposisi, Argumentasi, Persuasi, Deskripsi, dan Narasi

Karangan Eksposisi
Teknologi Informasi
Media komunikasi adalah wadah atau sarana didalam bidang komunikasi. Media komunikasi juga suatu benda atau alat yang digunakan sebagai perantara untuk berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Dahulu media komunikasi terdiri atas beberapa macam.  Ada media cetak, maupun media elektronik. Contoh media cetak adalah majalah, Koran, surat kabar dan lain-lain. Sedangkan contoh media elektronik adalah televisi, internet , radio dan sebagainya. 
Dari zaman ke zaman , media komunikasi semakin  berkembang. Apalagi didalam era globalisasi ini, sudah bermunculan teknologi – teknologi baru yang semakin canggih. Teknologi Informasi (TI), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information technology (IT) adalah istilah umum untuk teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengkomunikasikan dan menyebarkan informasi.  Dengan hadirnya teknologi informasi, orang-orang yang tersebar di dunia bisa saling bertukar informasi atau berinteraksi dengan cepat dan effisien, tidak tergantung pada lokasi mereka ataupun perbedaan bahasa yang mereka gunakan sehari-hari. Seseorang yang tinggal di daerah terpencil bisa mengambil informasi atau memperoleh pengetahuan yang sebenarnya terletak ribuan atau ratusan ribu kilometer darinya. Banyak program komputer yang ditujukan untuk mempermudah orang dalam mempelajari ilmu pengetahuan maupun bahasa asing. Dengan dukungan multimedia, ilmu-ilmu yang sering dianggap sulit dapat disajikan dalam bentuk atau cara yang membuat orang senang mempelajarinya. Sesuatu materi juga dapat dipelajari dengan komputer tanpa harus menginstal program karena program sudah tersedia dan kita cukup mengunjungi situs webnya.
Teknologi informasi modern membutuhkan waktu yang relatif singkat, mudah, lebih terbuka dan fleksibel karena bersumber dari sesuatu yang berbasis elektronik seperti internet yang mudah di akses oleh siapapun dan dimanapun. Teknologi informasi dan komunikasi (TIK), khususnya internet, telah banyak dipakai sebagai sumber informasi untuk menunjang pendidikan. Internet sebagai buah dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah dimanfaatkan untuk berbagai hasil-hasil penelitian yang dilakukan di belahan dunia yang berbeda. Hal ini mengakibatkan hasil penelitian yang dilakukan seseorang dapat dimanfaatkan oleh orang lain. Internet pun banyak digunakan untuk berkonsultasi dengan pakar-pakar yang berada di tempat lain. Hal ini mengakibatkan ruang dan jarak bukan lagi suatu halangan untuk melakukan konsultasi. Misalnya, seorang mahasiswa yang berada di Sumatera guna melakukan penelitian melakukan konsultasi dengan dosennya yang berada di Jawa dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, seperti chatting dan e-mail. Biasanya, perpustakaan online ada di internet. Dengan perpustakaan online, memungkinkan siswa untuk mengakses sumber-sumber ilmu pengetahuan dengan cara yang mudah tanpa harus dibatasi oleh jarak dan waktu. Teknologi informasi internet juga dapat digunakan untuk melakukan diskusi internet. Orang dengan mudah dapat berdiskusi melalui jejaring sosial yang terdapat diinternet. Sehingga dapat mempermudah dan diskusi dapat berjalan dengan lancar. 

Karangan Argumentasi
UN Dengan Dampak Negatifnya
                Sudah kita ketahui bersama bahwa setiap tahunnya Kemendikbud selalu mengadakan ujian nasional dimulai dari tingkat sekolah dasar ( SD ) sampai dengan tingkat sekolah menengah atas ( SMA ). Tentunya ujian nasional atau sering disingkat dengan UN adalah kalimat yang  sangat tidak asing lagi di telinga kalangan pelajar. Namun, walaupun UN sangat akrab bagi kalangan pelajar , tentu saja UN adalah salah satu ujian yang selalu mnimbulkan rasa khawatir serta cemas bagi setiap siswa yang akan menghadapinya, terutama bagi pelajar SMA.  Rasa khawatir dan cemas inilah yang nantinya  memicu setiap siswa untuk melakukan berbagai tindak kecurangan demi berhasil dalam melaksanakan UN. Salah satu  tindak kecurangan yang sering dilakukan para siswa setiap akan menghadapi UN ialah dengan membeli kunci jawaban UN. Transaksi jual beli kunci jawaban UN tentunya bukan hal yang asing lagi bagi kalangan pelajar. Namun sayangnya, gencarnya hal tersebut hanya direspons dengan penyangkalan-penyangkalan oleh pihak Kemendikbud. Siswa tentu tahu persis dari mana mereka mendapatkan kunci jawaban UN tersebut. Selain menimbulkan rasa khawatir dan menumbuhkan perilaku tidak jujur, ternyata ujian nasional juga menjadi penghambat bagi siswa untuk berfikir kritis. Bagaimana tidak, hal ini bisa dibuktikan dengan adanya berbagai “ ritual ” yang dilakukan oleh pihak sekolah sebelum UN dilaksanakan. Misalnya saja Pedalaman Materi ( PM ) yang dilakukan setiap pulang sekolah dan juga sejumlah Uji Coba ( Try Out ) dengan tingkat kesusahan yang terkadang di luar kemampuan siswa.  Bahkan, Guru yang mengajar mata pelajaran yang diujikan cenderung fokus pada bagaimana membuat siswa terbiasa menjawab soal-soal daripada memproses kemampuan berfikirnya. Proses belajar-mengajar sering kali tersulap menjadi sekadar berlatih soal-soal yang akan keluar dalam tes-­tes di sekolah.  Hal ini menjadikan kemampuan berpikir siswa hanya terlatih pada kemampuan berpikir tingkat rendah, yaitu menghafal dan menjawab pertanyaan. Dengan demikian, kesempatan siswa untuk berlatih berpikir kritis relatif terbatas.
            Dari paparan diatas jelaslah bahwa peran UN dalam menguji pemahaman siswa atas materi yang sudah dipelajari selama di bangku sekolah justru cenderung menimbulkan berbagai dampak negatif, diantaranya yang sudah dijelaskan diatas, yaitu menimbulkan rasa khawatir dan cemas, menumbuhkan perilaku tidak jujur serta penghambat bagi siswa untuk berfikir kritis. Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa penghapusan ujian nasional perlu dilakukan dalam sistem pendidikan di Indonesia dan pemerintah harus secepatnya fokus  dalam membenahi standar pendidikan nasional sebagai upaya nyata perbaikan kualitas generasi bangsa.

Karangan Persuasi
Manfaat Air Putih
Perlu diketahui banyak manfaat yang terkandung dalam air putih, namun banyak yang kurang sadar denagn hal itu. Tidak sedikit orang yang malas untuk minum air putih dengan berbagai alasan. Misalnya karena air putih tak berasa alias hambar, membosankan dan bagi beberapa orang dengan minum air putih justru dapat menimbulkan mual. Padahal, dengan mencukupi konsumsi air putih akan memberikan banyak kegunaan bagi kesehatan tubuh. Air putih akan memperlancar metabolisme dan memberikan kesegaran pada kulit.
Kebutuhan akan jumlah air putih yang harus dikonsumsi bagi sebagaian orang tak sama. Kebutuhan air putih buat olahragwan akan berbeda jika dibandingkan oleh mereka yang bukan berporfesi sebagai atlit. Rata-rata jumlah ideal yang harus dikonsumsi ialah delapan gelas per hari. Idealnya, setiap kilogram berat tubuh buat orang dewasa yang dalam kondisi sehat atau normal kebutuhannya sebanyak 30 ml. Adapun beberapa kegunaan minum air putih bagi tubuh yaitu :
• Air putih memiliki peran yang sangat krusial buat meningkatkan metabolisme di dalam tubuh. Metablisme tubuh antara lain berperan dalam hal penyimpanan lemak dan juga mengatur produksi energi.
• Air putih juga dapat berfungsi sebagai peluruh racun
• Air putih dapat menjadi pelumas sendi
• Air putih dapat menjadi penjaga kekentalan darah
• Air putih dapat berfungsi sebagai penjaga kelembaban kulit.
• Dengan meminum air putih dalam jumlah cukup dapat mambantu menjaga kesehatan ginjal
• Keberadaan air yang dalam jumlah  cukup di dalam tubuh akan menghindari dari adanya konstipasi atau sembelit sebab air akan melunakkan feses yang dikeluarkan.
• Air putih mampu menjadi resep diet yang sangat manjur. Dengan meminum air terlebih dahulu maka perut akan merasa kenyang sebelum diisi makanan dan dampaknya asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh akan sedikit berkurang. Penelitian dari American Chemical Society membuktikan bahwa orang dewasa yang mengkonsumsi air 2 gelas secara rutin setiap kali mau sarapan hingga makan malam bisa menurunkan berat badan sekitar 2.5 kg lebih banyak dibandingkan mereka nan melakukan diet biasa.
• Mengonsumsi air putih yang cukup berarti mengurangi potensi hadirnya penyakit kanker termasuk kanker kandung kemih. Dengan mengonsumsi air putih sebanyak 4.5 liter setiap harinya berarti mengurangi resiko sebanyak 24 persen lebih rendah terkena kanker ini sebab air akan meluruhkan sel-sel penyebab kanker sebelum sel-sel itu sempat berkembang biak.
• Mengkonsumsi air yang cukup membuat fungsi otak dapat terjaga dengan baik. Para ilmuwan telah mengatakan bahwa kehilangan cairan tubuh yang muncul dampak kurangnya asupan air putih yang terjadi dalam tempo waktu lama dapat menjadi pemicu kerusakan otak. Sebaliknya jika jumlah asupan air yang dibutuhkan tercukupi maka kemungkinan hilangnya atau berkurangnya fungsi otak menjadi semakin kecil.
Itulah kegunaan dari mengonsumsi air putih. Semoga dengan banyak mengkonmsumsi air putih, kita dapat mengambil banyak kegunaan darinya.

Karangan Deskripsi
Wanita di Taman Hujan
Suatu ketika saat aku sedang meneduh di taman yang diguyur hujan lebat di pagi hari aku memperhatikan seorang wanita yang duduk persis didepanku. Saat itu Ia memakan sebatang coklat dan meminum soda. Dalam hati ku bertanya, apa tidak aneh di pagi hari dan saat hujan makan dan minum yang kurasa tidak cocok untuk cuaca seperti ini. Aku merasa tampaknya wanita itu tidak asing bagiku. Saat itu aku mulai mencuri-curi pandang kepadanya. Setelah ia menghabiskan coklatnya dia mengeluarkan sebuah buku dan mulai membaca. Entah mengapa gerak geriknya selalu membuatku ingin memperhatikannya. Tidak jarang mata kita saling bertemu, aku merasa dia terlihat cantik dan seperti tersimpan banyak rahasia di mata indahnya. Aku mengira-ngira wanita itu lebih tua dariku, karena seperti terlihat jelas dengan gaya berpakaiannya seperti seorang guru dan rambutnya yang pendek menegaskan bahwa dia wanita dewasa. Tapi semua itu tak kupermasalahkan, karena aku sudah terpesona olehnya. Di tambah lagi saat melihat dia tersenyum ketika sedang membaca bukunya, hati ku terasa seperti terkoyak.  

Karangan Narasi
Kucing Kesayangan
Sudah tiga hari kucing kesayanganku tidak pulang kerumah, awal terjadinya ketika dua hari yang lalu ibuku pergi keluar kota dan tidak lama kemudian kucingku pergi entah kemana. Memang bukan pertama kalinya kucingku pergi dari rumah wajar saja kucing yang ku pelihara ini bukan kucing rumahan melainkan kucing kampung. Ketika ibuku sudah pulang kcuingku masih belum pulang kerumah juga, orang dirumah mengkhawatikannya terlebih lagi kucingku jadi sangat pemilih soal makanan. Yang kami khawatirkan dia tidak mau makan selain makanan yang diberikan ibuku.
            Siang itu ibuku sedang mengangkat jemuran di teras rumah kemudian ibuku menemukan kucing kami terbaring sangat lemas dan kotor di lantai teras. Kemudian ibuku menggendongnya dan memberikan dia air untuk diminum. Tapi kucingku seakan menolaknya, kondisinya saat itu buruk sekali bulu-bulunya sangat rontok telinganya seperti terlihat darah yang sudah kering dan tercium bau menyengat. Tidak lama kami membawanya ke dokter untuk memeriksa keadaannya. Dokter segera merawatnya dan memberikan kucingku obat, dokter bilang kucingku terkena virus dan dehidrasi karena mungkin selama dia pergi dari rumah tidak ada satupun makanan dan air masuk ke tubuhnya.
            Setelah diberi obat kita kembali pulang kerumah. Ibuku merawat kucingku seperti anaknya sendiri. Saat itu kucingku sulit untuk diberi makan mungkin karena mulutnya yang luka membuatnya sulit untuk makan. Ketika malam hari tiba-tiba kakinya terasa dingin sepertinya kucingku terserang hipotermia. Saat itu juga ibu dan aku membawanya kembali ke dokter untuk memeriksakan apa yang terjadi dengan kucing kami. Setelah di bawa ke dokter kami memutuskan untuk merawat inapkan kucing kami agar diberi perawatan khusus. Saat dirumah aku tidak bisa tidur dengan tenang karena terlalu menghawatirkan kucingku.
            Keesokan paginya ada telepon dari dokter yang memberi kabar kucingku tidak terselamatkan. Aku bergegas memberi tahukan kepada ibuku dan kemudian menjemput kucingku di dokter. Saat sampai disana kami melihat kucing kesayangan kami sudah terbujur kaku, sentak tangis ibuku pecah. Aku pun tidak kuat menahan sedih kehilangan kucing kesayangan kami. Setelah itu kami membawa pulang kucing kami untuk dikubur. Aku dan ayahku menggali kuburannya di teras rumahku. Kucing kami meninggalkan kami di umur yang masih muda kira-kira umurnya kurang lebih masih tiga tahun.